Sabtu, 13 Mei 2017

Pedihnya Berharap Kepada Manusia

Jika kamu berani mengambil jalan ini, maka bersiaplah untuk " K E C E W A "
Manusia memang makhluk sempurna yang diciptakan Allah. Ia punya banyak keistimewaan dibanding makhluk Allah yang lain. Hingga Allah memilih mereka untuk menjadi pembangun peradaban di muka bumi ini. Namun, sehebat apapun ia, ia tetaplah manusia. Ia tak punya kuasa penuh, karena memang segala daya upaya hanya milik Allah semata.

Menghambakan diri pada manusia sama saja berharap pada sebilah kayu. Ia memang terlihat kuat, namun tak selamanya, dan tak sekokoh yang dibayangkan. Jika engkau menghambakan diri pada manusia, bersiap-siaplah pada sebuah kehinaan. Apalagi jika berharap penuh pada manusia, maka bersiaplah untuk merasakan kekecewaan. Kadang kita terlalu menganggap diri orang lain hebat, hingga muncullah keyakinan pengharapan itu.

***

Sajak Tentang Rasa Itu

Aku pernah, terbang bersama langit hitam dan bintang yang berkilauan
Aku pernah, bernyanyi bersama kicauan burung dan rinai hujan yang merdu
Aku pernah, bersatu rasa bersama gula dan serbuk daun teh
Dan aku pernah, melewati itu semua, bersamanya

Dilain waktu, dilain tempat,
Aku juga pernah, berada dibawah langit hitam berbintang, ditambah kicauan jangkrik
Aku juga pernah, bernyanyi bersama dentuman musik dan lampu kerlap-kerlip
Aku juga pernah, bersatu dalam ice blend durian yang dinginnya membuat ngilu
Aku juga pernah, menari tanpa rasa malu, tanpa rasa takut, meski itu tarian pertama yang membuat begitu terlihat konyol
Aku juga pernah, berenang bersama air mengalir yang dibendung
Jangan kira aku bisa melakukannya
Tubuhku terlalu berat dan kaku untuk bisa mengapung
Aku juga pernah, melewati itu semua, bersama dia

Aku pernah, menangis didalam tangisku
Aku juga pernah, menangis didalam tawaku
Aku pernah menghempaskan suaraku, puncak segala amarahku
Aku juga pernah, menjerit dalam heningku

Terlihat, terbayang, terpikir, mungkin ini hal yang sama
Padahal tidak,
Namun, ia bisa jadi ia, bisa jadi tidak
Meskipun begitu,
Aku tak berani lagi, berharap
Bukan karena aku tak yakin
Hanya saja, ini terlalu menyakitkan
Berharap pada makhluk yang sebenarnya juga bergantung padaNya

***

Berharaplah, hanya pada Sang Penguasa
Sebab, kita tak akan pernah kecewa terhadap segala ketentuanNya
Jika takdir itu tak kau jalani
Maka yakinlah, Allah punya takdir lain yang jauh lebih indah
Dibanding takdir yang kau inginkan

Aliyah - yang lagi baper
»»  READMORE...

Rabu, 14 Desember 2016

As the way you are



Hidup tak bertopeng itu bagai makan masakan banjar pakai tangan terus rame-rame duduk lesehan dibawah pohon dipinggir kali yang airnya mengalir deras dan jernih. Rasanya habis makan mau berenang sambil dipijit-pijit air terjun.

Hidup apa adanya itu bagai pakai baju kaos bahan katun yang adem banget sambil baca buku di ayunan belakang rumah yang sampingan sama hamparan sawah yang sudah mulai menguning.

Nyaman banget ketika kita menjadi diri kita sendiri
Jikapun kita harus ke mall terbesar memakai sendal jepit sekalipun, itu lebih nyaman daripada milih make sepatu highheel sambil pake gaun norak kaya orang mau kekondangan.

Jikapun kita adalah orang yang pendiam super pemalu dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang baru saja kita kunjungi, tak mengapa. Teteplah menjadi kita yang pemalu itu, yang tetap diam namun tetap ramah dan jadi pendengar yang baik. Daripada harus bertindak alay dan ga jelas hanya agar lingkungan baru menerima kehadiran kita.
Tidak, itu sungguh melelahkan

Sekalipun sebaliknya, kita adalah orang yang periang banyak omong yang suka ketawa terbahak-bahak plus suka mukul-mukul atau cubit teman dengan histerisnya pas lagi senang banget, tetaplah berlaku demikian. Kamu cantik apa adanya kamu, apapun itu.

Dan haiiii, inilah aku...aliyah...
Aku sendiripun sebenarnya bingung, who I am exactly?
Can you help me to explain it?
Yang jelas, aku hanya ingin tampil apa adanya aku
Jika memang aku terlihat anggun pada satu kesempatan, itulah aku
Karena aku sebenarnya adalah cewe feminim dan pendiam yang pemalu plus penakut yang ga berani ambil resiko berat dan mudah tersinggung jika di efek dibelakang.

Dan jikapun aku bertindak garang dan pemarah sekalipun, itulah aku
Cewe yang bisa kau uji berjalan jauh karena memang ga ada yang bisa dinaiki, atau disuruh begadang semalaman untuk menyelesaikan tugas sampe mata pandanya keluar, atau juga disuruh nyuci piring segunung sendirian. Aku itu sebenarnya cewe wonderwomen yang setrong abis.
Sebenarnya, tapi, entah, terbukti atau ga.

Selamat tampil apa adanya ^_^
Kamu tetap cantik jikapun tanpa polesan makeup
Kamu tetap ceria meski dalam diam sekalipun
Dan kamu, tetap akan jadi kamu yang hebat, ketika kamu melakukan apa yang sebenarnya kamu inginkan dan kamu kuasai.
»»  READMORE...

Selasa, 10 Mei 2016

See You on Top, Sis...

Mencintai itu tak mesti harus memiliki
Mencintai itu tak mesti harus bersama
Aku telah mengerti banyak hal dari segala jarak ini
Adakalanya....melepas itu lebih menenangkan daripada menggenggam.
Ini berlaku untuk banyak hal
Nanti...janganlah memaksakan apa yang kau inginkan
Ketika kau tak mendapatkannya...itu sungguh menyakitkan
Pun ketika kau menggenggamnya...ternyata justru malah lebih menyakitkan...
Mengundang sgala prasangka buruk dan kebencian
Menghapus segala nilai positif yang pernah ditoreh

See you on top...sis...
Although now we are like an oil and water
You still the best for me...
Whatever has happen...
With whoever...although wherever we are
You always be the best....and I proud has done everything with you

Segala sukamu selalu akan menjadi sukaku
Segala dukamu juga akan menjadi dukaku
Tak perlu kita memandang lagi bintik-bintik noda hitam di atas kain putih
Itu tak adil
Kita hanya akan membuat syaitan tertawa
Melihat anak cucu adam mengikuti maunya

Aku tak akan memaksa apapun lagi
Bukan karena aku tak peduli
Bukan karena aku tlah mati
Hanya saja...aku memilih melepaskan dengan terus menyertaimu bersama doa-doaku...
See you on top...sis


»»  READMORE...

Sabtu, 07 Mei 2016

A Special Place

Saat aku hanyalah sebuah batu kerikil, yang baru saja terlempar ke alam bebas

Kau menjadi tempatku berdiam
Kau pingit aku dalam rutinitas biasa
Biasa...sungguh biasa
Yang bagi sebagian orang sangat membosankan
Akupun begitu
Kau suruh aku melakukan rutinitas standar
Bagai seorang penimba air
Menimba...dan menimba
Sungguh membosankan

Namun sungguh...kini aku menjelma bagai juragan air
Yang alirannya deras berlipat-lipat dari yang kukumpulkan

Seakan aku juga bak sebutir mutiara yang keluar dari dasar laut
Inilah yang mereka bilang membosankan
Iya...tapi sungguh
Tak ada kebaikan kecuali dibalas dengan kebaikan

Terima kasih
Untuk kau
Satu tempat yang istimewa
Jangan pedulikan jika aku pernah marah padamu
Jangan hiraukan jika pernah jenuh denganmu
Aku bukan batu karang yang tegar ditempa ombak beriringan
Aku hanya seonggok daging yang masih labil, yang masih banyak harus belajar, memahami, dan menerima
Jika waktu kita tlah usai
Kenanglah aku jika kau mau
Jika kau enggan
Aku akan tetap bangga, pernah bersama denganmu, melewati pagi hingga petangku

Wahai tempat yang istimewa

»»  READMORE...

Jumat, 25 Maret 2016

Masa lalu vs Masa depan

Lho...kenapa punya buku diary yg isinya cerita aktifitas?
Kenapa juga pakai dikasih tanggal segala, sampe ke jam-jamnya juga ditulis.
Nulisnya tapi dibuku tulis biasa, buku buat nulis pelajaran.
Lho...kenapa ga nulis dibuku khusus diary, biar bagusan dikit.
 ***
Aku seakan tak rela setiap momen yang sudah dijalani berlalu begitu saja.
Aku tak bisa persis mengingatnya dihari esok
Setiap hari terlalu banyak yang terjadi, meski itu biasa-biasa saja
Buku berhias terlalu indah dan tidak efesien,
Malah membuatku malas dan sayang untuk menuliskan seabrek yang ingin kukenang.

Memang, masa lalu untuk dikenang?
Bukankah ia berlalu seiring datangnya masa sekarang

***
Belakangan,
Aku justru ingin melupakan semua memori itu
Ah, membuatku membenci diri sendiri
Melalaikan segala kesempatan, bertindak bodoh, melakukan berbagai kealpaan, disengaja, bahkan diulang-ulang.
Bagaimana nanti mempertanggungjawabkannya.

Untuk apa mengenang masa lalu, kalau sudah dikenang, lantas mau apa, mau belajar? mau memperbaiki diri? atau mau mengulangnya?

Aku terlalu lama dan terbuai menulis dan mengenang masa yang telah berlalu, hingga lupa, ada hal yang perlu ditulis untuk dilakukan di masa depan.
Mimpi, harapan, cita-cita

***
Aku ingin hidup seribu tahun lagi
Aku ingin berkata pada dunia "I am Indonesian"
***
Kalimat sederhana, yang beberapa waktu terakhir terngiang-ngiang dipikiranku.
Sederhana?
Benarkah mimpi itu begitu sederhana.

»»  READMORE...

Minggu, 20 Maret 2016

Hanya karena 'katanya'

Berjarak ribuan kilometer, yang terpisah diantara luasnya laut dan pulau yang membentang.
Terkisah sejarah yang sahdu
Terdengar lantunan nan merdu
Terbisik desiran yang berlagu

'Katanya' di sana ada air yang mengalir
'Katanya' di sana ada angin yang berhembus
'Katanya' di sana ada bunga yang indah
'Katanya'...iya 'katanya'...

Taukah kau tanah mana yang rela kau injak bahkan kau derap
Merasakah kau awan mana yang menaungi kala panas menyengat
Tak cukupppp!

Sadarkah kau akan jiwa-jiwa yang tetap sedia ada
Hanya agar kau merasa ada

Mimpi yang terbuai dengan 'katanya'
Merobek hati dan pikiran yang semakin lemah
Jadi apakah ikan kecil yang tak sadar berenang di air mana ia sekarang
Ego yang dihiasi dengan 'katanya'
'Katanya' di sana bisa berlari
'Katanya' di sana bisa bernyanyi
'Katanya'...iya'katanya'

Bangunkan aku dari 'katanya'
Jikapun 'katanya' tak keliru
Biarkan aku tetap berada bersama 'kataku'
Hingga waktu yang tlah ditentukan

~aal_foxa_||_lelah
»»  READMORE...

Rabu, 24 Februari 2016

Barakallah fi umri

Seperempat abad yang lalu
Minggu, 24 Februari 1991
Telah lahir seorang putri cantik nan lucu

Alhamdulillah ala kulli hal
Sudah sejauh ini
Sudah selama ini
Sudah sebesar ini

Waktu memang terasa tak terasa
Tahun itu bagai detik
Pantas kata alquran...
Manusia itu bagai hidup 1,5 jam saja
Manusia itu bagai di pagi hari saja

Bagaimana mempertanggungjawabkan semua yg tlah berlalu
Sungguh...kalau bukan karena rahmat Allah nanti...entah...

»»  READMORE...

Sabtu, 06 Februari 2016

Lirih sepi bersorak

Maukah kau ku ajak meniti jalan diujung sana
Terjal...jauh...berbatu
Kita akan bergandengan tangan
Aku akan ada dibelakangmu...dan didepanmu...
Agar kau tetap merasa aman...dan tetap melangkah...

Maukah kau ku ajak menari...
Bermusik kicauan burung dan desiran angin
Bermelodi daun-daun yang bergoyang
Serta teriakan jangkrik di siang terik
Nanti akan ku ajari kau tarian indah yang mudah
Pelan saja...tak akan memaksamu untuk cepat menguasainya

Maukah kau ku ajak duduk bersama
Bukan di atas singgasana berkilau
Bukan pula di atas sofa yang empuk
Tapi di atas pasir di tepi pantai
Yang kakimu menginjak tanah
Yang pakaianmu mungkin akan kotor
Tapi...tak usah takut...
Akan akan mencucikannya untukmu...
Kita mungkin duduk agak lama
Karena ada banyak hal yang ingin kuceritakan
Nanti...
Kau harus sabar ya
Karena aku tak terlalu pandai merangkai kata
Jika ada yang tak kau mengerti
Sela saja ceritaku
Tanyakan... sebelum aku melanjutkan cerita lain
»»  READMORE...

Rabu, 25 Maret 2015

Aliyah, yang lagi kangen



Setelah kita kenal,
Ets...bukan kenal yang hanya sekedar tau, tetapi juga memahami, merasakan.
Setelah sedih loe adalah sedih gue,
Setelah bahagia loe adalah bahagia gue,
Dan setelah duit loe adalah duit gue, (tepokjidatlimajari)

Sungguh...gue kangen banget sama elo-elo...
Maaf ya...gue pake kata “gue elo”
Lagi korban novel abg yang cabe-cabean nih...

Gue terkesan banget pas kita semua, except miss penakluk buaya,
Untuk pertama kalinya, dan mungkin menjadi awal, saat dimana, kau aku dan dia melebur menjadi satu kata, yaitu kita.

Kita singkap tabir yang mungkin dari dulu kita sembunyikan, yang mungkin hanya kita sendiri, dia, dan Dia yang tau.
Ga tau, ide konyol siapa itu.
Brasa kaya film Mujse Dosti Karoge, cinta dan persahabatannya si  Hritik Roshan, Rani Mukerji, dan Kareena Kapoor, pas mereka muter botol di atas meja, dan siapa yang mendapat arahan dari kepala botol maka harus berkata jujur ato ngungkapin rahasia yang dipunya.

Haa, saat itu gue cerita tentang #tittttttt# dengan suara yang terbata-bata plus nafas yang ngos-ngosan. Berasa nyeritain dosa yang ga mau diketahui oleh siapapun. Tapi endingnya, bikin lega, bikin senang, karena makhluk-makhluk yang ada dihadapan dengerin curhat gue dengan setia dan antusias.

Malam itu, milik kami, yang lain cuma ngontrak.
Aula itu milik kami, yang lain cuma nebeng...haaa...si junior-junior langsung ngambil inisiatif dengan ngisi kesibukan di halaman dan selasar aula yang rada gelap dan banyak nyamuk, gara-gara liat senior-seniornya lagi ngadain sidang istimewa di dalam aula...senior anarkis.
Sebenarnya kita-kita ga ngusir atau minta mereka ga nguping, tapi mungkin si junior pada ga enak kali ya,
Maklum...berhubung yang lagi ngumpul itu adalah para pejuang negara, dari presiden, mentri keuangan, dan para mentri-mentri lain yang siap mempertaruhkan jiwa raganya untuk kemajuan negara dan kesejahteraan rakyatnya, jadi minder deh tuh junior.

Malam itu, beberapa fakta, dibuka dengan rada terpaksa dan sukarela
Gimana seorang rancho yang begitu..............
Gimana si rese ayeye, cwo yang berekspresi datar yang belum pernah terdengar kabar tentang keberadaan.................., ternyata pernah..................
Ato kisah si esmeralda dan orlando yang begitu ................................
Ato juga kisah dewi yang ............................
Emmmm...si iye cerita apa ya kemaren......................???

Ah.....pokoknya seru banget
Biarkan aja tu jam dinding terus berdetak
Biarkan aja bulan dan bintang masih beradu sinar
Ato si jangkrik yang terus bernyanyi...
Yang penting kita....saat itu....kita telah melebur....
Melebur siapa elo siapa gue
Melebur gimana hidup elo dan gimana hidup gue
Melebur semua....hingga benar-benar...hati itu udah jadi satu....
Nama itu udah jadi satu
Dan tangan itu....akan selalu bertepuk bersama....
Menggema hingga langit ke tujuh

Dan semua...setelahnya menjadi semakin indah
Gelapnya malam justru menjadi suasana yang paling dinanti dan begitu romantis
Bagai kelalawar yang siap beraksi
Bagai lampu jalanan yang siap memancar sinarnya
Angin dingin yang berhembus... menjadi begitu hangat...


Hampir tiap hari, tiap malam
Bayangin aja...
Berangkat kerja pukul 07.20 pagi, dimana itu masa paling enak buat tidur lagi ato ga nonton kartun ato ga baca-baca.
Pulang kerja hampir jam 5 sore...istirahat bentar, mandi, shalat,makan, dll...habis isya langsung cus...ampe jam 10...(maklum...ga enak sama yang punya rumah dan yang punya komplek klo pulang kemaleman)
Sampe rumah, niatnya pengen tidur, tapi....harus nyuci baju, ato ga bikin rpp, bikin soal, ato nyelesaian pekerjaan ibu rumah tangga yang lain...

Capek...tubuh iya...
Tapi hati gue...lebih fresh dari pada diguyur salju -30o
Senneng banget....
Kayak hp yang baru di setrum
Kayak perut yang baru aja makan
Pokoknya...langsung on
Setiap ketemu mereka,
Gue ngerasa bangga...
Temen-temen gue ternyata super-super...
Dan tinggallah gue,
Yang mungkin nelangsa sendiri dengan segala keterbatasan gue

Ukhty ukhty....bangunn...
Mereka kaya jam weeker yang bangunin gue yang sedang tidur...
Pas dengar jam berkicau, gue langsung bangun, mata terbelalak dan siap bertempur.

Tapi pas mereka diam...tidur lagi deh...ngek­_

Daily activity...
“sampai kapan kita kaya gini” celetukan gue yang sekarang bikin nyesek itu, pernah nyelonong di tengah tengkrengan kami, kala itu.
Kala dimana antara cape, bosan, tapi ga bisa dilepas karena bikin mati gaya, membaur jadi satu
Setelah hampir 2 ato 3 bulan menjalankan kebiasaan aneh bersama,

“mungkin beberapa bulan lagi” jawab gue sendiri juga kala itu
Ia...ternyata benar...
Beberapa bulan lagi...setelah kita semua harus mengejar mimpi, yang entah itu apa, masih buram...

Arrrghhhh....
Masih ingat...saat masing-masing kita merasa geram dan galau level 100,
Mau jadi apa nanti....
Kerja apa, ngelakuin apa,....huh_ (menghela nafas)
Pencarian jati diri...ternyata cukup susah...tapi untungnya ada elo yang nguatin gue dan gue yang nguatin elo, kita yang saling nguatin kita.
Saling mensuport, (walau sebenarnya juga masih ragu),
Agar kita berani berdiri, berjalan, dan berlari dengan kaki kita sendiri, ke sana, ke barisan depan

#to be continue
»»  READMORE...

Jumat, 02 Januari 2015

»»  READMORE...

Minggu, 13 Juli 2014

We are Ou Nine Community (09 CM)






Ya...inilah kami, mahasiswa-mahasiswi IAIN Antasari Banjarmasin angkatan 2009.
Pasti taukan film 05 cm, yang beberapa waktu lalu booming,
Awalnya aku juga belum tau itu film apaan, tapi beberapa teman yang udah nonton itu, tiba-tiba terinspirasi. Kami jadi melakukan beberapa hal yang mungkin melelahkan, tapi sungguh menyenangkan, hingga ternyata itu menjadi kebiasaan, dan tercetuslah, Ou Nine Community, disingkatnya 09 cm.
Jika film 05 cm itu terinspirasi dari kisah nyata, maka kisah nyata kami terinspirasi dari film itu.
Aku sangat bersyukur, Allah Yang Maha Rahim memberikan pengalaman hidup yang indah ini. Aku sangat bersyukur diperkenalkan dan dipersatukan dengan wajah-wajah tulus itu. Tidak peduli aku siapa dan engkau siapa, yang kami tau adalah, kami adalah kita, orang-orang biasa, yang suatu saat akan berada dibarisan depan.



Kenalkan, aku,
Siti Aliyah,S.Pd.I



Aliyah.

Cewek pemalu yang pendiam dan ga bisa nyebut huruf “r” dengan fasih.

Di ou nine, aku mungkin bukanlah salah seorang yang terlalu penting, tapi ou nine tanpa aku, bagai teh tanpa gula (kalat jar urang banjar tuh, he_).

Tipeku emang pendiam, kadang aku hanyalah jadi pendengar setia ketika ounine-ounine yang lain bicara, maupun berdiskusi atau bahkan saling mengejek dan memojokkan ounine yang lain. Kadang aku bingung harus mengomentari apa yang mereka bicarakan. Tapi aku senang, cukup pasang kuping aja, aku akan bisa dapat informasi banyak hal dan bisa tertawa terbahak-bahak mendengar kekonyolan mereka. Berkumpul bersama mereka seperti hp yang dicarger, semua lelah setelah seharian penuh bekerja akan sirna.

Meskipun pendiam dan pemalu ini, aku bisa menjadi orang yang begitu menyenangkan, kadang kata-kata spontan yang aku ucapkan menjadi lelucon yang gurih, ide brilian yang tak terpikirkan bahkan menjadi saran yang bijak.

Di ounine, aku suka dipanggil ukhty, lupa sejak kapan aku dipanggil kaya gitu, kalau ga salah karena pas hiking aku pake rok. Ounine yang lain sebenarnya saranin supaya dilepas aja soalnya takut nyangkut ranting pohon atau menghalangi langkah mendaki. Tapi karena aku pakai lapisan celana panjang juga, jadi ya, ngotot ga dilepas roknya, jadi deh dipanggil ukhty. Trus juga mungkin karena aku suka pakai kerudung lebar.
Kalau pas gajihan, pasti deh diminta traktirannya, hahaha, gajih pertama ajak ounine makan malam, tempatnya sederhana, tapi romantis bo’.
Aku dapat gelar S.Pd.I pada hari Rabu, 24 Juli 2013. Kalau di urut, aku ou nine kedua yang telah menyelesaikan study tercepat setelah Daeng Ratna (siapa dia, baca terus ya).
Jadi namaku adalah Siti Aliyah, S.Pd.I, yang insya Allah 1,5 tahun lagi akan bertambah gelar M.Pd diujung namaku.
Aku mahasiswi program pasca sarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, jurusan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Kalau dipikir-pikir, jurusan yang kuambil sekarang ga linier sama jurusan yang kuambil saat S1, basic ku adalah PGMI, tapi kalau di hubung-hubungkan,  sejalur aja kok, aku ngambil spesialisasi bahasa dalam PGMI (weh, maksa banget).


Ounine yang kedua, Ratna, 
Ratna Nurliani, S.Pd


Cewek berkulit sawo matang yang manis ini adalah salah satu teman seperjuanganku sejak awal sampai akhir di IAIN Antasari, bahkan sampai sekarang.
Dia adalah salah satu wanita hebat, tangguh, cerdas, bijak, dan tentunya, berhati lembut.
Beruntung deh cowok yang menjadi suaminya, pasti anak-anaknya bangga punya ibu seperti dia.
Aku senang diberi kesempatan bertemu, dekat, dan berjuang bersama dia.
Kalau mengingat perjalanan kami berdua, sudah begitu banyak moment yang kami lewati bersama, sejak di ospek, di pengkaderan pramuka, hmi, dema, banyak, sangat banyak,
subhanallah, sebuah pengalaman yang mungkin kuanggap biasa, namun setelah keteliti lebih dalam, ini adalah sebuah anegerah terindah.
Sungguh, tulisan ini dibuat dengan penuh deraian air mata, aku rindu dia, sungguh, aku rindu. Semoga Allah selalu merahmatimu, teman.

Ratna, kalau aku suka panggil dia dengan kata dewi, karena dia adalah ketua dewan racana pramuka dewi saranti tahun 2012. Sejak dia menjabat itu, aku suka panggil dia dengan sebutan “dewi”.
Di ounine Ratna juga suka disebut dengan kata daeng, entah, kalau ga salah itu sebutan dalam bahasa bugis, karena memang dia keturunan bugis, iye...iye...

Ratna adalah ounine pertama yang menyelesaikan studynya di IAIN, tepatnya hari rabu, 17 Juli 2013, mendapat gelar S.Pd, karena dia jurusan bahasa Inggris, jadi ga pake S.Pd.I. Sehingga namanya adalah Ratna Nurliani, S.Pd. Insya Allah juga 1,5 tahun kedepan gelar S.Pd-nya akan berubah menjadi M.Pd, karena saat ini dia sedang melanjutkan pendidikannya di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris bersama ounine Ichal_Rancho.(siapa dia, lanjut baca)

Ratna orangnya sederhana, biasa saja, namun sangat luar biasa. Kalau mau diurut pengalaman organisasinya, jrrrrreeeeetttttttt........mungkin satu lembar kertas ukuran 7x5 cm ga muat. kalau kamu mau lebih dibuat kagum olehnya, jangan cuma liat apa saja organisasi yang dia ikuti, liat juga jabatan yang dipegangnya, beeehhhh....mungkin dia akan masuk salah satu wanita berpengaruh se apa ya...he_
Ratna orangnya bijak, kata-katanya sederhana, namun tulus, ide-idenya biasa namun brilian.
Sungguh dia pantas menjadi wanita yang di teladani oleh wanita lainnya,,,,,(aaa....lebayyyy_)

Ou nine ketiga, Ichal_ 
Faisal Rahman, S.Pd

Kalau di film 05 cm, aku sih bilangya Ichal ini kaya Genta, tinggi, kurus, simpel, tapi smart. (geerrrr). Tapi dianya sih bilang kalau dia itu si Zafran, cowo romantis yang lebay.(Ngek_)
kalau menurutku sih, dia ini sosok pemimpin masa depan, (aduhh_ keceplosan).
Tau ga, dia ini adalah orang yang paling baik karena suka memberikan pahalanya untuk orang-orang yang ia zholimi lewat olokannya. Blek...blek...blek...banyak banget kosa kata olokannya, kalau masalah bahapakan¸ ichal juaranya. Kalau ga punya pengalaman dan jurus-jurus kunci, kayaknya ga usah ngelawan dia deh, tapi kadang, kita udah diam, eh, juga kena. Ya...walaupun kadang olokannya itu adalah sindiran-sindiran yang membangun sih buat korbannya. Haha...lucuuuu...kalau dengar celoteh-celoteh, olokan, dan kekonyolannya.
Eh...tapi tau ga...ternyata, king of bahapakan ini bisa bungkam juga ketika dihapaki, tau ga oleh siapa, oleh......tittttt.....rahasia. puas banget pas liat si ichal dihapaki. Haha....dia ga berani membalas, bisanya cuma cengar-cengir tersipu malu....
Ternyata oh ternyata...

Aku senang sebut dia Ichal_Rancho...
Tau Rancho ga??
Itu, si Amir Khan di film Tri Idiot.
Sebenarnya ichal sendiri yang bilang kalau dirinya itu Rancho, ga dihadapan kami sih, tapi kami sempat obok-obok notebooknya, ada folder yang namanya Rancho, dasar, narsis_.
Ichal ini orangnya cerdas, supel, komunikatif, bijaksana, rajin, semangat rela berkorbannya kuat, luccu, tapi kadang rese juga.
Aduhhhh, dia ini ahli hisab, rrggghhh...sebenarnya ga suka banget sama cowok perokok, kalau mau ngeroko, telan sekalian asapnya.

Ichal, ounine ketiga yang menyelesaikan studynya, tepatnya hari Senin, 6 januari 2014. Sehingga namanya adalah Faisal Rahman, S.Pd. dia sama seperti Ratna, satu jurusan, yakni jurusan Bahasa Inggris, dan Insya Allah juga 1,5 tahun kedepan akan bergelar M.Pd setelah menyelesaikan studynya di UAD Yogyakarta.
Bilangnya sih kemarin ngambil s2 nya nunggu satu atau dua tahun lagi, tapi pas Ratna mau berangkat tes masuk, eh, dia ikut....dasar, tapi untung deh, sayang waktu terbuang jika ditunda.

Ou nine keempat, Erma,
Erma Sauva Asvia, S.Th.I
Erma, cewek agak tomboy yang sempat jadi guru Paud ini adalah ou nine yang supel, lucu, dan cerdas juga.
Dia juga adalah teman seperjuanganku, khususnya sejak bergabung di DEMA 2013. Orangnya rajin, bijak, dan dewasa juga. Suka all about spongeboob, sampai-sampai kadang tawanya itu seperti kartun kuning tersebut.  Mahasiswi jurusan tafsir hadist ini mendapat gelar kependidikannya hari Selasa, 7 Januari 2014. Namanya lengkapnya menjadi Erma Sauva Asvia,S.Th.I. Bagus ya namanya. Kadang aku sering sebut dia dalam hati sendiri Erma ‘ntu Sauva, nama facebooknya yang terekam kuat dimemoriku.
 

Ounine kelima, Rida 
Muhammad Rida, S.Pd
Rida ini, pendiam, pintar, kalem...
Kadang orangnya susah ditebak, kadang ekspresinya datar, tapi juga ga kalah rese sama si Rancho. Kalau naik motor suka ngebut.
Kenal rida sebenarnya sudah sejak awal masuk IAIN, tepatnya ketika bergabung dengan dunia aktivis. Rida ini juga cukup mempunyai pengalaman dengan jabatan yang bergengsi didunia mahasiswa.

Rida, ounine kelima yang menyelesaikan studynya, tepatnya hari Senin, 20 Januari 2014.
Pas dia sidang, aku sempat-sempatin nyuri waktu ngajar buat menghadiri moment penting dia. Dan alhamdulillah, akhirnya mendapat gelar S.Pd setelah hampir 4,5 tahun kuliah. Nama lengkapnya adalah Muhammad Rida, S.Pd.
Rida milih melanjutkan studynya, tapi bukan untuk mendalami jurusan S1nya, dia ingin jadi Magister Teknologi Pembelajaran. Makin ga nyambung dengan S1-nya yakni jurusan Bahasa Inggris. Tapi “tutor” labkom ini memang nampaknya menyenangi dunia tersebut. Insya Allah dia melanjutkan kuliah di Universitas Malang, karena ga lulus di UNY, huuuh...

Ou nine keenam, Aman


Abdul Rahman,S.Kom

Aman betapa genit, aman rahman, aman ala hantu laut, sama apa lagi ya, aku lupa namanya, huh, banyak punya akun facebook yang tujuannya katanya buat main game online. Bukan cuma akun facebooknya yang banyak, cewe yang di-php-nya juga banyak, Iwwww.....dasssarr...tapi kayaknya...bukan amannya sih yang mem-php, tapi mungkin si cewenya yang kegeeran atau apa, tapi...ah...ga tau juga...

Kalau bicara, logat gambutnya masih berasa, kulitnya hitam manis juga, tapi mungkin pake tambahan pemanis buatan sehingga manis bangetttttt, makanya mungkin banyak cewe yang kelepek-kelepek (bleeeee....muntahkan). orangnya kadang pendiam, kalau lagi dihapaki jawaban andalannya adalah..bisa bisa...haha...akan tambah makin pendiam lagi kalau dihadapannya ada laptop+koneksi internet.
Solit juga sama teman, pekerja keras, sama....apa ya...

Di IAIN dia ngambil jurusan KPI (Komunikasi Penyiaran Islam), mahasiswa yang hampir lulus, karena lagi dalam tahap proses skripsi, walaupun begitu, jangan salah, namanya sudah Abdurrahman, S.Kom. karena dia dan teman-temannya (termasuk ou nine si endut khair, baca lagi ya siapa dia) disamping ngambil KPI, juga ngambil Jurusan Komunikasi gabung sama kampus luar. Mungkin kuliahnya online, kurang ngerti juga gimana proses pembelajarannya.

Ounine ketujuh, Ina

Novita Sabrina,S.Pd


Ina adalah cewe yang rajin, supel, smart, dan cerdas. Salah satu teman seperjuangan ku juga terutama sejak bergabung di HMI.

Dia ini unik, mau disebut feminim, tapi ya...tomboy juga.

Kadang fashionnya unik, cantik kalau gayanya ala hijaber gitu

Tapi kalau pas lagi santai, lumayan tomboy juga.
Cewe yang sempat punya gelar penakluk buaya ini baru saja pada tanggal 10 juli 2014 kemarin merebut title S.Pd-nya setelah 5 tahun berstudy. sehingga namanya menjadi Novita Sabrina, S.Pd. Ina jurusan PMTK di IAIN Antasari Banjarmasin. 

Ounine terakhir, Ma’rif
Ahmad Ma'riful Khair, S.Kom

Cowo yang sepertinya semakin endut ini adalah pujaan hatinya erma ‘ntu sauva. Udah lama banget mereka menjalin asmara, tapi gitu, sama seperti yang lain, sering suting telenovela. Ma’rif orangnya lucu, suka makan, solid juga sama teman, kadang suka rese juga. Suaranya bagus, ya, sebelas dua belas sama aman ala aman dan vokalis d’bagindas.he_
Sekarang sedang sibuk berkarir, sudah lama ga ketemu dia. Sebenarnya dia satu jurusan sama aman ala aman, yakni jurusan KPI, tapi sepertinya dia surrender dengan title S.Sos.I-nya. Karena mungkin dia sudah ga punya waktu buat nyelesain mata kuliah, proposal, dan skripsinya. Sudah sibuk kerja. Tapi tenang, dia sudah punya title kok, namanya adalah Ahmad Ma’riful Khair, S.Kom. satu perjuangan dengan aman ala aman di kampus Pranata. 


»»  READMORE...